Hal-hal yang Baru Saya Sadari Setelah Website Kena Masalah
April 22, 2026

Hal-hal yang Baru Saya Sadari Setelah Website Kena Masalah di Production
Halo barudak, Simply Karya! Pernah nggak sih kalian ngerasa deploy website itu udah beres, semuanya jalan normal, dan kita tinggal santai? nahh bro, Gua juga dulu mikir gitu.
Sampai akhirnya, beberapa waktu setelah naik ke production dan mulai dapet traffic nyata, masalah mulai muncul satu per satu. Error yang nggak pernah ada di lokal tiba-tiba muncul. User pakai aplikasi dengan cara yang nggak pernah kita bayangin. Dan yang paling parah, gua bahkan nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem. Dari situ, gua mulai sadar ada beberapa hal yang selama ini gua anggap sepele, tapi ternyata justru jadi sumber masalah terbesar.
Baca juga: Kesalahan Fatal Saat Deploy Website
“Works on My Machine” Itu Ternyata Nggak Berarti Apa-Apa
Di awal, gua ngerasa cukup pede karena semua jalan lancar di lokal. Nggak ada error, fitur aman, bahkan udah gua test berkali-kali. Tapi begitu naik ke production, tiba-tiba muncul error yang sebelumnya nggak pernah ada. Di situ gua baru sadar, ternyata jalan di laptop sendiri itu bukan jaminan apa-apa. Environment bisa beda, konfigurasi bisa beda, bahkan cara aplikasi dijalankan juga bisa beda. Hal yang keliatan kecil, ternyata bisa ngaruh besar.
Salah satu contohnya, gua pernah ngalamin masalah karena perbedaan versi library yang dipakai di lokal dan production. Di lokal, semuanya jalan lancar karena gua pakai versi terbaru. Tapi di production, ternyata ada dependency yang masih pakai versi lama, dan itu bikin error muncul.
Gua Nggak Punya “Mata” Buat Lihat Apa yang Terjadi
Waktu error mulai muncul, hal pertama yang gua rasain itu bukan langsung nyari solusi… tapi bingung. Karena gua nggak tahu harus mulai dari mana. Nggak ada logging yang jelas, nggak ada monitoring, nggak ada alert. Jadi setiap ada masalah, gua cuma bisa nebak-nebak. Dan itu capek banget.
Gua pernah ngalamin masalah performa yang parah di production. Tapi karena nggak ada monitoring, gua nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah itu karena database yang lambat? Atau mungkin karena ada query yang nggak optimal? Tanpa data, gua cuma bisa nebak-nebak, dan itu bikin proses debugging jadi lebih lama.
User Ternyata Nggak Pernah Pakai Aplikasi Sesuai Ekspektasi Kita
Selama development, gua ngetes aplikasi sesuai flow yang gua bikin. Semua keliatan normal. Tapi pas udah dipakai user beneran, semuanya berubah. Ada yang input data aneh, ada yang klik hal yang nggak gua expect, ada juga yang pakai fitur dengan cara yang nggak pernah gua pikirin sebelumnya.
Dan itu bikin gua waduh gimana nih? Karena gua nggak pernah ngetes dengan cara yang sama seperti user, gua nggak siap ngadepin situasi itu. Dan itu jadi pelajaran besar buat gua, bahwa kita harus selalu siap dengan hal-hal yang nggak terduga dari user.
Deploy Itu Bukan Akhir, Justru Awal Masalah Baru
Dulu gua selalu nganggep deploy itu garis finish. Tinggal publish, selesai, lanjut ke project berikutnya. Tapi setelah ngerasain sendiri, ternyata justru setelah deploy masalah mulai kelihatan satu per satu. Karena baru di production lah aplikasi benar-benar “dipakai” dan diuji.
Di titik ini mindset gua mulai berubah. Deploy bukan akhir, tapi awal dari fase yang lebih serius. Kita harus siap untuk terus memantau, memperbaiki, dan beradaptasi dengan masalah yang muncul. Dan itu nggak bisa dianggap remeh.
Gua Nggak Siap Ketika Sesuatu Gagal
Ini yang paling kerasa. Waktu error terjadi, gua nggak punya plan B. Nggak ada rollback yang jelas, nggak ada backup yang siap dipakai, dan semuanya harus dibenerin langsung di production. Dan jujur aja, itu bikin panik.
Dari situ gua sadar, masalah di production itu bukan soal “akan terjadi atau nggak”, tapi “kapan terjadi”. Dan yang lebih penting, seberapa siap kita ngadepinnya.
Jadi, buat kalian yang masih mikir deploy itu udah beres, gua saranin mulai sekarang ubah mindset itu. Karena di dunia nyata, masalah itu pasti datang. Dan yang penting adalah seberapa siap kita ngadepinnya. Jangan sampai kita kaget ketika masalah itu datang, karena kita nggak punya plan B.
Observability Itu Penting Banget
Salah satu hal yang paling gua sadari setelah ngalamin masalah di production adalah pentingnya observability. Tanpa observability, kita nggak punya cara yang jelas untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di dalam sistem kita. Kita nggak bisa tahu apakah ada error, apakah performa menurun, atau apakah ada masalah lain yang mungkin terjadi.
Observability itu bukan cuma soal logging, tapi juga monitoring, alerting, dan tracking. Dengan observability yang baik, kita bisa dengan cepat mendeteksi masalah, memahami apa yang terjadi, dan mengambil tindakan yang tepat untuk memperbaikinya. Jadi, jangan remehkan pentingnya observability dalam pengembangan aplikasi kalian!
Kesimpulan yang harus kamu ambil
Dari pengalaman gua, ada beberapa hal penting yang harus kalian sadari setelah mengalami masalah di production. Pertama, Works on my machine itu nggak berarti apa-apa. Kedua, kita harus punya “mata” untuk melihat apa yang terjadi di dalam sistem kita. Ketiga, user itu nggak pernah pakai aplikasi sesuai ekspektasi kita. Keempat, deploy itu bukan akhir, tapi awal dari masalah baru. Kelima, kita harus siap ketika sesuatu gagal. Dan terakhir, observability itu penting banget.
Dan itulah beberapa hal yang harus kalian sadari setelah mengalami masalah di production. Semoga pengalaman gua ini bisa jadi pelajaran berharga buat kalian semua, dan semoga kalian bisa lebih siap menghadapi masalah di production di masa depan! Jangan lupa untuk terus belajar dan berkembang, karena di dunia teknologi, perubahan itu cepat banget. Terus semangat, Simply Karya!